#KODE SEKODE-KODENYA

#uhuk! #eaaa :))

Posted in KOMIK | Tagged , , | Leave a comment

2011: PAUS, HIU, DAN LUMBA-LUMBA

Awal 2011 adalah masa dimana gue berusaha keluar dari hutan belantara. Empat tahun lebih terjebak di dalamnya, gue belajar banyak hal. Hal-hal yang membekali gue dalam perjalanan menuju lautan. Lautan yang menjadi sumber penghidupan. Persis di akhir bulan Maret 2011, gue berhasil lolos dari hutan tersebut, sampailah gue di pesisir pantai.

Dari pesisir pantai gue menatap lautan luas yang selama ini hanya mengawang di pikiran gue. Sempat beberapa kali gue melempar bebatuan sambil berucap: “gue harus mulai dari mana?”. Tak perlu berpikir terlalu lama, gue menceburkan diri ke pantai dan mulai berjalan. Gue bersyukur, ombak saat itu cenderung rendah dan relatif tak menghalangi langkah gue.

Gue berjalan hingga air laut setinggi kepala, lalu berenang dan menyelam. Saat itu, hewan-hewan laut mulai terlihat. Demi menarik perhatian mereka, segala cara gue lakukan. Berbekal bebatuan yang gue kantongi di pesisir, gue lempari mereka. Beberapa dari mereka tampaknya merespon lemparan gue. Gue pun menyapa. Beberapa dari mereka mulai mendatangi gue. Interaksi dengan makhluk-makhluk laut pun mulai intens gue lakukan.

Dari semua yang ada di sana, tampak seekor lumba-lumba muda bermanuver dengan cantiknya. Gue terpukau, bercengkrama dengan makhluk seperti itu adalah impian gue ketika masih di hutan. Berusaha menarik perhatiannya. Gue lempar dia dengan batu terakhir di saku gue. Ternyata, sang lumba-lumba merespon, member sinyal bahwa gue dipersilahkan bermain bersama.

Mengikuti gerakannya yang indah, membuat gue banyak belajar tentang filosofi mengarungi lautan. Bersama lumba-lumba, gue mencoba mempercantik lautan. Bersama lumba-lumba, hari-hari gue selalu menyenangkan. Dengan sesekali melompati permukaan lautan, gue diajak melihat jauh ke depan. Kekaguman gue pada lumba-lumba benar-benar luar biasa.

Setelah tiga bulan gue menikmati kebersamaan dengan lumba-lumba, datanglah hiu dan paus menghampiri gue. Masing-masing mereka merasa bahwa lemparan batu gue beberapa bulan yg lalu dulu mengenai mereka. Rupanya setelah sekian lama, mereka baru menyadarinya *sigh*. Hiu berkata bahwa bahwa lemparan gue cukup kuat untuk membuktikan kekuatan gue mengimbangi pergerakan dirinya. Sementara paus, dengan tubuhnya yang besar ia menjanjikan kehidupan aman dan nyaman andai gue mengarungi lautan bersamanya. Gue tergiur. Namun, sang paus melontarkan beberapa syarat yang akan membuat gue sulit lepas darinya. Karena di satu sisi, gue masih sangat ingin bersama lumba-lumba.

Akhirnya gue memutuskan untuk lebih memilih berinteraksi lebih lama dengan sang hiu. Hiu memang tidak sebesar paus, namun hiu yang satu ini benar-benar cerdas lagi buas. Tubuh sang hiu berkembang begitu cepat, gerakannya sungguh dinamis. Ia pun menjadi salah satu hewan paling ‘tampak’ di lautan saat itu. Hiu menawari gue untuk ikut bersamanya. Gue tergoda. Siapapun pasti tergoda.

Namun, bagaimana bisa gue meninggalkan lumba-lumba yang begitu menyenangkan? Gue sudah berada dalam zona nyaman bersama lumba-lumba. Dilema. Gue dihadapkan pada sebuah janji kala di hutan. Janji-janji yang memaksa gue untuk berpaling. Meski begitu, berbeda dengan paus, hiu cukup ‘jantan’ untuk membebaskan gue kapanpun gue mau meninggalkannya. Meminta izin pada sang lumba-lumba, dan ia mengabulkannya. Gue pergi. Melangkah ke depan dengan kepala yang selalu menoleh ke belakang.

Gue akan sangat merindukan lumba-lumba. Merindukan tawa bahagia bersamanya. Merindukan berbagai manuver briliannya. Merindukan matanya yang menatap jauh ke depan. Merindukan gerakan siripnya yang mem-boosting semangat gue. Merindukan mulutnya yang tak pernah berhenti makan.

Membuka tahun 2012, nyaris 100% perhatian gue tertuju untuk mengimbangi pergerakan sang hiu. Meski begitu, sesekali gue mencuri pandang pada lumba-lumba. Mencuri waktu untuk berinteraksi dengannya. Harapan untuk kembali pada lumba-lumba kembali membuncah. Gue sangat berharap bisa kembali suatu saat nanti.

 

Posted in Uncategorized | 5 Comments

Reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu

Hadeuh… –”

Btw, ini lho hasil ‘kocok ulangnya’: Susunan Kabinet Indonesia Bersatu II Hasil Reshuffle

Posted in KOMIK | Tagged , , | 2 Comments

BBM-an PAKE iPHONE (?)


Namanya iMessage!! Sebuah aplikasi baru yang ikut diluncurkan bersamaan dengan rilisnya iOS 5 pada 12 Oktober lalu. Fitur ini semacam BBM pada Blackberry yang telah akrab lebih dulu di telinga para gadget user.

Lucunya, di hari peluncuran iMessage, layanan BBM malah mati di empat benua. RIM membuat ini semakin ‘mudah’ bagi Apple ;)

Posted in KOMIK | Tagged , , , | Leave a comment

Pocong Bugil

Baru-baru ini Shanker RS, seorang produser film horor (horor baginya), mengatakan bahwa ia sedang menyiapkan tiga film bergenre horor (baginya lho), dan sebuah film *anak.
*anak-anak umur 21 tahun ke atas ya, catet!

Oke, ketiga film horor (seriously, horor bagi dia lho) tersebut adalah:
1. Rumah Bekas Kuburan (oke, ini horor)
2. Kutukan Arwah Gancet (oke, agak horor lah)
3. Pocong Bugil (horor? ini komedi yang diperankan setan-setan).

Di postingan kali ini, gue lebih menyoroti judul terakhir, Pocong Bugil. Mari kilas balik ke cerita terungkapnya identitas admin @Poconggg yang melegenda di social media. Nah, menurut gue, Om Shanker ini sebenernya jenius. Di tengah pamornya sebagai produser film ehem-ehem, kali ini dia membuat film satir!

Mungkin dia geram dengan @Poconggg, terhitung puluhan sudah film-film bergenre horor (-isi sendiri-) yang ia telurkan, namun tak ada yang booming di social media selayaknya yang dilakukan @ariefmuhammad (admin @Poconggg). Meski diperankan para boom s*x, film-film Om Shanker tak ada yang meledak. Berbeda dengan Pocong unyu yang buku-bukunya laku.

Singkat kata singkat cerita, beginilah kira-kira filmnya:

Bugil! Sebuah kata yang mengundang interpretasi ganda ketika dilihat dari perspektif yang berbeda. Bugil adalah kondisi tanpa busana. Apakah busana yang dikenakan pocong? Kain kafan! Om Shanker mengingatkan kita bahwa @Poconggg yang kita follow saat ini adalah pocong yang tanpa busana. Peristiwa @Poconggg yang ‘dibugili’ oleh @siapapoconggg ini, mengangkat akun terakhir menjadi tokoh protagonis di film ini. Lewat Pocong Bugil, diharapkan penonton tanpa sadar menertawakan diri mereka sendiri. Kok bisa? Kembali gue mengajak kita mengingat kisah tragis @Poconggg yang menghebohkan insan muda negeri ini yang notabene target pasar Om Shanker.

Om Shanker benar-benar *visioner!
*ini serius gue becanda.

Udah ah, see ya!

Posted in KOMIK | Tagged , , | 5 Comments

WORKSTATION!

Oke, tepat 30 hari yang lalu gue terakhir meng-update blog ini. Hmm, sebelum menggeber S&B kembali, gue rasa udah saatnya berbagi cerita lagi.

Kali ini gue pengen bercerita tentang workstation.
Apa itu workstation?
Kata ini sangat erat dalam dunia manufaktur. Hmm.. mari kita bedah secara harfiah, kata ini terdiri dari work (kerja) dan station (stasiun/pos). Simpelnya, workstation adalah tempat loe bekerja.

Sejak kecil hampir semua dari kita mengenal dan menggunakan workstation. Ketika loe masih pelajar, pekerjaan loe adalah belajar, maka loe mengenal yang namanya meja belajar. Ketika loe kerja, loe akan mengenal banyak jenis workstation, salah satunya yang populer bernama kubikel (cubicle).

Gue melewatkan masa-masa belajar gue dari SD sampe SMP di workstation yang sama, sebuah meja belajar anak-anak sederhana bergambar Power Ranger yang penuh sticker. Kurang lebih modelnya seperti ini (dengan penggunaan warna dan ornamen yang lebih jadul tentunya):

dengan warna dan ornamen serta tanpa boneka kelinci tentunya

Selama sembilan tahun, di meja belajar ini gue menghabisakan waktu gue dari selesai makan malam hingga pukul sembilan. Ya, bokap selalu mengawasi anak-anaknya belajar dan tak mengizinkan kami menonton tivi. Di sini gue menghabiskan waktu dengan mengerjakan PR, membaca buku sejarah, PPKn, Bahasa Indonesia, IPA, IPS, dan favorit gue……. Dragon Ball!

Masa SMA adalah masa-masa dimana gue tidak memiliki workstation. Mau beli toh gue yakin ga akan betah berada disitu. Jadilah masa-masa SMA gue dilewatkan tanpa didampingi workstation yang bisa dikenang.

Jenjang kuliah adalah masa dimana gue menghabiskan banyak sekali waktu gue di workstation. Workstation gue adalah sebuah meja sudut bergaya lesehan hasil rancangan sendiri (baca: oret-oretan bareng tukang kayu). Inilah workstation gue selama 3 tahun pertama:

Dari tahun pertama hingga tahun ketiga adalah masa dimana gue merasakan banyak sekali perkembangan dan pengalaman baru, salah satunya desain. Membuat desain untuk berbagai materi publikasi adalah hal yang erat dan lekat dengan gue saat itu, meski gue ga berkuliah di jurusan yang berkaitan. Entah kenapa, gue sangat bersyukur tidak dianugerahi kemampuan bermain dota yang teramat hebat. Percaya atau tidak, gue merasakan kegembiraan tersendiri ketika mendesain sesuatu, ibarat bermain game. Selain itu, bersama workstation ini jugalah gue banyak menghasilkan rupiah. Pada masa itu, workstation ini gue beri nama: Pojok Kreasi.

Tiba di tahun ke-4 adalah masa dimana kondisi workstation gue sungguh brutal dan sangat tidak manusiawi. Tahun dimana bisnis yang gue jalankan sedang tumbuh-tumbuhnya disertai Tugas Akhir yang menerpa tiada tara. Semua kegiatan itu gue lakukan dalam satu workstation! Sungguh menjemukkan untuk mengingat masa ini. Makanya, sengaja gue sajikan gambar ini biar loe bisa membayangkan sendiri.

Sudah bisa membayangkan? Tak perlu jika tak mampu, asap sudah mengepul di kepala Anda :). Pada masa itu, workstation ini gue beri nama: Pojok Frustasi.

Memasuki masa kerja workstation yang gue tempati dikenal dengan sebutan kubikel (cubicle). Lewat kubikel ini gue melakukan semua deskripsi kerja yang gue emban, seperti browsing, menggambar komik, meng-update twitter, menonton video, dan bercanda! Ehehehe. Lewat kubikel ini pula gue menerima banyak pelajaran, pengalaman, dan sensasi tiada henti. Oke, dengan segala rahmat yang diberikan, dan diikuti keinginan luhur untuk berbagi, serta berkehidupan kebangsaan yang bebas, inilah workstation yang gue namakan Pojok Sensasi.

Ya, pasti sebagian besar diantara kita memiliki cerita tersendiri dengan workstation-nya. Disadari atau tidak, workstation adalah tempat dimana loe menyelesaikan masalah, berkeluh kesah, dan mendesah resah (nah lo!). Workstation adalah tempat yang loe habiskan sepanjang hari dan wajib loe sayangi. Jagalah kebersihan dan atur kenyamanan workstation loe sendiri-sendiri. Dan percayalah, keajaiban bisa dimulai dari sini.

Cheers!

Posted in THOUGHTS, Uncategorized | Tagged | 8 Comments

THE 4sq EFFECT

 

Posted in KOMIK | Tagged | Leave a comment